Custom Search

Kamis, 15 September 2011

Suasana Hati


Dalam buku tasauf modern, Hamka menerangkan sekelumit mengenai suasana hati, yaitu sebagai berikut: 

Segala sesuatu ada baik dan buruknya. Maka sekiranya kita melihat alam atau manusia dengan mata kebencian, barang yang tidak tercela tidak akan terdapat dalam alam. Matahari begitu bermamfaat membawa terang. 

Si pembenci tak dapat menghargai matahari karena panasnya. Bulan begitu indah dan nyaman, si pembenci hanya ingat bahwa bulan itu tidak tetap memberi cahaya, kadang-kadang kurang. Bagi pembenci, tidak ada kebahagiaan. Tidak ada pengarang yang pintar, tidak ada pemimpin yang cakap, tidak ada manusia yang baik, semuanya cacat dan salah.

Orang yang masuk kedalam sebuah rumah yang indah, keadaan rumah itu akan dipandang menurut ukuran hatinya ketika ia masuk, kalau masuk dengan kebencian, susunan dan aturannya tidak kelihatan indah. Matanya tertuju ke dinding, melihat kalau-kalau disana ada jaring laba-laba. Matanya tertuju ke dapur, kalau-kalau ada piring yang tidak dibasuh. Bila dia keluar, aib itulah yang tinggal dalam hati dan matanya. 

Berapa orang mendengar pidato, pidato yang didengarnya itu akan berkesan ke dalam dirinya menurut ukuran penghargaannya. Orang yang datang hendak mencari-cari kalau ada pidato itu yang salah, itulah yang dijadikan modal untuk menjelekkan dan membenci yang berpidato.    

Sumber: Buku M. Shodiq Mustika dan Rusdin S. Rauf, 2008. “Keajaiban Shalat Tahajud” QultumMedia.


Artikel Terkait

Posting Komentar

Sponsor

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

IKLAN BLOGGER