11.28.2009
Persinggahan
“Singgahlah, walau untuk beberapa waktu”
Suara itu terdengar dari balik pintu
Aku berhenti dan hendak mencari
Aku mendekat, ku dapati pintu belum terbuka
Berdiam diri sembari menikmati ragu
Mungkinkah ku ajukan suatu permintaan
Dengan keberanian akhirnya ku ucapkan
“Bolehkah aku bermalam dikediaman mu”
Agar aku tahu dan kaupun tahu
Esok kita akan berlalu
Kepercayaan mu begitu sangat membantu
Bagaimana mungkin kan melupakan mu
By. Wong alit
11.25.2009
Bulan
Seperti bulan, tapi sayang malam ini ia tak bercahaya. Keberadaannya pun tak terlihat.
Seperti bulan. Ketika ia tiada, malam ku tetap bercahaya.
Ia selalu hadir di setiap malam, tapi entah mengapa ia tak nampak di malam ini.
Dan aku selalu melewati malam dengan keadaan yang biasa.
By . Wong alit
Seperti bulan. Ketika ia tiada, malam ku tetap bercahaya.
Ia selalu hadir di setiap malam, tapi entah mengapa ia tak nampak di malam ini.
Dan aku selalu melewati malam dengan keadaan yang biasa.
By . Wong alit
11.23.2009
Sabotase
Air laut pernah kering... kawan.. Ketika awan mensabotase penurunan hujan Sementara bumi tetap menyerapnya Terlihatkah oleh mu kawan Kini bumi terbelah-belah Tiada lagi yang dapat diserapnya Kawan... kehancuran semakin dekat Sabotase terjadi dan ketidak perdulian kita Terlihatkah oleh mu kawan By. Wong alit
11.18.2009
Kesalahan
Pernah ku merasakan cinta mu
Seketika itu dunia ku bergoncang keras
Aku belum cukup kuat tuk menahannya
Mengimbanginya agar kerusakan tak begitu parah
Ada satu kesalahan yang itu tak dapat ku sangkal
Aku membenci cinta mu kala itu
Dan kini penyesalan menghukum ku
By. Wong alit
11.15.2009
Larangan
Wanitaku, mengapa kau begitu terlarang
Menatap mu pun terasa beban
Belum lagi ku menjamah
Berbagi cerita akupun enggan
Alasan apa, hingga keadaan ku begini
Agamakah atau kejiwaanku tergangu
Oh…wanitaku
Semakin kuikuti apa yang kuyakini
Terasa semakin jauh hadir mu.
Oh…wanitaku
Aku memunafikan diriku sendiri
Aku tak mampu memunafikan-Nya
Karena kau belum menjadi halal bagi ku.
By. Wong alit
11.13.2009
Tiada yang Patut di Persalahkan
Apakah kesalahan itu,
awal terbentuknya kebencian.
Tertera di paras
yang dahulu terlihat indah di mata.
Ketika angin ribut coba menyapa
menyapa ruangan yang bersama kita cipta.
Sementara
diantara kita tiada mengundang hadirnya.
Apakah maaf ku tertulis
tertulis menggombal dibenaknya.
Ah....aku belum sempat bertanya
bertanya pada awan yang menurunkan hujan,
apakah bumi benar-benar membutuhkan airnya.
By. Wong alit
awal terbentuknya kebencian.
Tertera di paras
yang dahulu terlihat indah di mata.
Ketika angin ribut coba menyapa
menyapa ruangan yang bersama kita cipta.
Sementara
diantara kita tiada mengundang hadirnya.
Apakah maaf ku tertulis
tertulis menggombal dibenaknya.
Ah....aku belum sempat bertanya
bertanya pada awan yang menurunkan hujan,
apakah bumi benar-benar membutuhkan airnya.
By. Wong alit
11.07.2009
Berpura-pura
Lalu, karena semua pergi.
Aku mencari atau menyendiri.
Lalu, semua hanya terdiam.
Menyapa pun lupa.
Sayangnya,
aku tak diberi ruang tuk sekedar bertanya "apa kabar?"
Karena semua sibuk bersama urusannya
ataukah justru pertanyaan ku dapat mengacaukan segalanya.
Dan aku tak tahu,
hanya berpura-pura untuk tahu yang ku lakukan.
By. Wong alit
Aku mencari atau menyendiri.
Lalu, semua hanya terdiam.
Menyapa pun lupa.
Sayangnya,
aku tak diberi ruang tuk sekedar bertanya "apa kabar?"
Karena semua sibuk bersama urusannya
ataukah justru pertanyaan ku dapat mengacaukan segalanya.
Dan aku tak tahu,
hanya berpura-pura untuk tahu yang ku lakukan.
By. Wong alit
11.03.2009
Kekufuran
Ada seseorang
bertanya selalu
pada apa
yang akan dikerjakan
dan
aku melihat
tiada satupun
yang dilakukannya
berakhir dengan
Allhamdulillah...
By. Wong alit
9.15.2009
Hina
"Hina", itulah sifat ku. Jika ada terlihat oleh mahluk setitik kemuliaan pada wajah ku, itu tiada lain milik Mu dan aku tak patut memilikinya, yang patut ku lakukan hanya berusaha menysukurinya meski aku harus terhempas ke limbah hina dan nista.
By. Wong alit
By. Wong alit
9.13.2009
Berilah Ilmunya
Bagaimana caranya?
Segala yang dipandang menjadi indah.
Berilah aku ilmunya!
Berilah....
Agar terhindar dari sifat fanatik.
Bagaimana caranya?
Keindahan itu berada dalam pandangan ku
Bukan pada objek yang ku pandangi.
Bagaimana cara nya?
Berilah aku ilmunya!
By. Wong alit
Segala yang dipandang menjadi indah.
Berilah aku ilmunya!
Berilah....
Agar terhindar dari sifat fanatik.
Bagaimana caranya?
Keindahan itu berada dalam pandangan ku
Bukan pada objek yang ku pandangi.
Bagaimana cara nya?
Berilah aku ilmunya!
By. Wong alit
Langgan:
Entri (Atom)
















