"Cinta itu ialah hakikat, tak seorang pun yang tak memiliki cinta. namun kenapa cinta tak berharga. disini, ditempat ini cinta telah dikorupsi hingga menghasilkan aborsi dan aku enggan tuk bercinta"
Custom Search
Selasa, 12 Februari 2008
Penyair Bernari
Penyair Bernari
Suatu ketika, saat mentari tak terasa lagi hangatnya.
Saat tsunami tak lagi merisaukan adanya.
Ketika itu,
penyair bernari-nari bersama kerinduannya terhadap kata-kata
By: Wong Aliet
Artikel Terkait
1 komentar:
Anonim
mengatakan...
ah sedikit komentar kalau nulis tu mbok yo dipikir disik.
1 komentar:
ah sedikit komentar kalau nulis tu mbok yo dipikir disik.
Posting Komentar