Custom Search

Selasa, 12 Februari 2008

Penyair Bernari

Penyair Bernari

Suatu ketika, saat mentari tak terasa lagi hangatnya. Saat tsunami tak lagi merisaukan adanya.

Ketika itu, penyair bernari-nari bersama kerinduannya terhadap kata-kata

By: Wong Aliet

Artikel Terkait

1 komentar:

Anonim mengatakan...

ah sedikit komentar kalau nulis tu mbok yo dipikir disik.

Sponsor

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

IKLAN BLOGGER