Custom Search

Minggu, 20 Januari 2013

Susi Dan ParPol Melajang

Status ParPol (Partai Politik) kini melajang, Susi. Sama seperti kau yang tiga hari lalu telah selesai bersama Toni. Entah apa penyebabnya dan aku tentunya tidak tahu, tapi kalau status melajangnya parpol itu aku tahu dan semua orang pun tahu, tidak lain dan tidak bukan sudah ketetapan lima tahun sekali mereka mesti melajang mengakhiri kebersamaan mereka dan berganti dengan yang lain. 

Melajangnya parpol bukanlah suatu pilihan melainkan suatu fase, ruang eksistensi dimana sesuatu dapat mengetahui apa yang akan menjadi miliknya dan apa yang akan dibawanya kelak. tentunya pada ruang eksistensi tersebut diliputi dengan intrik, taktik dan kecerdikan, sebab melajang bukan ruang yang sempit melainkan luas tak berbatas yang dapat dihuni berbagai macam rupa. 

Melajang.. ada yang didapat dan ada yang terbuang, ada kesombongan, keangkuhan serta keserakahan. ada kesedihan, galak tawa dan kebodohan. itu semua dampak yang muncul dari fase ini. Benar.. dalam fase ini, bagai terombang-ambing, arah angin tak menentu, suara-suara keras tapi tak jelas terdengar, sebab suara-suara tersebut saling beradu walau tak selaras. 

Fase ini penuh dengan rekayasa karena benar ruang eksistensi ini sangatlah rapuh. Terlihat sejati pada ruang ini senyatanya hanya replika atau tiruannya saja. Ada yang mengobral hikmah walau ceritanya penuh inspirasi dan jauh di awan. Ada yang telihat menarik dan indah tapi tak jelas bagaimana bentuknya, terlihat samar-samar. Begitulah kondisi ruang eksistensi ini. Tak patut dipersalahkan, sebab ruang eksistensi ini dibentuk berdasarkan logika terbalik, kepura-puraan dan sedikit manipulasi serta konsekuensi yang sedikit longgar. 

Melajang.. ruang eksistensi layaknya ruang laboratorium, tempat pengujian untuk menghasilkan sesuatu yang berharga dan tepat guna. Berbagai unsur hadir siap bercampur. Begitulah apa yang diperankan parpol kini, ia siap untuk merangkul menyusuri hingga ke akar identitas. Mencoba mengambil apa yang bisa diambilnya dan membuang apa yang dipikirnya tak pantas untuk diambil. 

Tentunya, kau tak akan diam dan tenang dalam status melajang tersebut, bukan begitu, Susi. kau akan bergerak, melompat, mengingkari janji, tertipu, bermain arti dan tanda, tertawa dan menangis, mencoba bercerita walau cerita kau sedikit berbau cengeng beberapa menit kemudian kau berteriak. Begitulah Susi keadaan parpol kini dalam status melajang. 

Entah mungkin sedikit konyol bila parpol dalam status melajang.. 

Tulisan lepas ala Pecinta Sejagad. 

Artikel Terkait

Posting Komentar

Sponsor

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

IKLAN BLOGGER