Custom Search

Sabtu, 23 April 2011

Lawas

Lagu ku, benar lagu lama..
Dengan bumbu sedikit malu-malu..

Bila dipandang, munafik terucap dungu..
Lagu ku, benar lagu lawas..

Di dengar, aku pun semakin was-was..
Terdiam, lagu ku ingin berhias..

By. Wong alit

Rabu, 13 April 2011

Materi Menekan

Terbukalah sudah, bahwa sesungguhnya takbir mu hampa dan kosong dalam sujud mu. Ketika itu juga, materi masuk menekan dengan kencangnya hingga kau terdesak dan nafas pun sesak. 
Memaksa pikir, justeru semakin galau. Terlalu sempitnya dan berkorban pun kau tak juga mampu, hingga kondisi mu semakin kacau jadinya.
Benar memang, apa yang kau jelaskan kemarin, bahwa langkah mu kecil dan jangkauan tangan mu pun tak begitu jauh sementara tujuan dan keinginan mu "bila ada alat pendeteksinya" mungkin alat tersebut belum dapat menandakan keberadaannya. Mengingat kau, aku jadi bertannya jalan apa yang kau pilih? mengapa tak kau mamfaatkan apa yang telah kau jejaki dan teraih hingga kini.
By. Wong alit     

Jumat, 01 April 2011

Bagaimana Bisa

Air mata membasahi hati mu dan buat kau mengerti, ini air mata, air mata ketidakberdayaan mu untuk coba memandang kehidupan ini dari jendela kamar yang kau anggap sudah cukup menarik. Namun, bagi mereka itu usang dan loakan yang diobral dengan teriakan dan peluh keringat.
Miris dan narsis, begitu kedengarannya. Mereka menginginkan kau berada ditempatnya, dekat bersama mereka tanpa sedikit toleran terhadap tempat mu walau masih sebentuk anggapan. bagaimana bisa..  

By. Wong alit 

Sponsor

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

IKLAN BLOGGER