Lagu ku, benar lagu lama..
Dengan bumbu sedikit malu-malu..
Bila dipandang, munafik terucap dungu..
Lagu ku, benar lagu lawas..
Di dengar, aku pun semakin was-was..
Terdiam, lagu ku ingin berhias..
By. Wong alit
"Cinta itu ialah hakikat, tak seorang pun yang tak memiliki cinta. namun kenapa cinta tak berharga. disini, ditempat ini cinta telah dikorupsi hingga menghasilkan aborsi dan aku enggan tuk bercinta"
Custom Search
Sabtu, 23 April 2011
Lawas
Diposting oleh
Unknown
di
12:59:00 AM
Tidak ada komentar:
Lokasi: Indonesia
Sumatera Selatan, Indonesia
Rabu, 13 April 2011
Materi Menekan
Terbukalah sudah, bahwa sesungguhnya takbir mu hampa dan kosong dalam sujud mu. Ketika itu juga, materi masuk menekan dengan kencangnya hingga kau terdesak dan nafas pun sesak.
Memaksa pikir, justeru semakin galau. Terlalu sempitnya dan berkorban pun kau tak juga mampu, hingga kondisi mu semakin kacau jadinya.
Benar memang, apa yang kau jelaskan kemarin, bahwa langkah mu kecil dan jangkauan tangan mu pun tak begitu jauh sementara tujuan dan keinginan mu "bila ada alat pendeteksinya" mungkin alat tersebut belum dapat menandakan keberadaannya. Mengingat kau, aku jadi bertannya jalan apa yang kau pilih? mengapa tak kau mamfaatkan apa yang telah kau jejaki dan teraih hingga kini.
By. Wong alit
Memaksa pikir, justeru semakin galau. Terlalu sempitnya dan berkorban pun kau tak juga mampu, hingga kondisi mu semakin kacau jadinya.
Benar memang, apa yang kau jelaskan kemarin, bahwa langkah mu kecil dan jangkauan tangan mu pun tak begitu jauh sementara tujuan dan keinginan mu "bila ada alat pendeteksinya" mungkin alat tersebut belum dapat menandakan keberadaannya. Mengingat kau, aku jadi bertannya jalan apa yang kau pilih? mengapa tak kau mamfaatkan apa yang telah kau jejaki dan teraih hingga kini.
By. Wong alit
Jumat, 01 April 2011
Bagaimana Bisa
Air mata membasahi hati mu dan buat kau mengerti, ini air mata, air mata ketidakberdayaan mu untuk coba memandang kehidupan ini dari jendela kamar yang kau anggap sudah cukup menarik. Namun, bagi mereka itu usang dan loakan yang diobral dengan teriakan dan peluh keringat.
Miris dan narsis, begitu kedengarannya. Mereka menginginkan kau berada ditempatnya, dekat bersama mereka tanpa sedikit toleran terhadap tempat mu walau masih sebentuk anggapan. bagaimana bisa..
By. Wong alit
Miris dan narsis, begitu kedengarannya. Mereka menginginkan kau berada ditempatnya, dekat bersama mereka tanpa sedikit toleran terhadap tempat mu walau masih sebentuk anggapan. bagaimana bisa..
By. Wong alit
Langganan:
Postingan (Atom)
