"Cinta itu ialah hakikat, tak seorang pun yang tak memiliki cinta. namun kenapa cinta tak berharga. disini, ditempat ini cinta telah dikorupsi hingga menghasilkan aborsi dan aku enggan tuk bercinta"
Custom Search
Selasa, 27 Mei 2008
Cinta-Nya
Cinta-Nya
Orang-orang berkata
Aku mengidap penyakit gila
Aku tak paham apa kata mereka
Sementara aku terbuai dengan alunan cintanya
Cinta yang membawa kepada keabadian
Meski sribu wanita coba tuk meruntuhkan
Atau mungkin emas dan permata
Ataukah hanya nama
Ah.. aku tetap tak memahaminya
Yang pasti, semuanya tiada
Selain cintanya
By. Wong alit
Minggu, 25 Mei 2008
00:00 24 Mei 2008
00:00 24 Mei 2008
Kalaulah ia dapat melihat
Tak mungkin keresahan dan kesusahan ini semakin mengancam
Kalaulah pendengarannya masih berfungsi
Tak perlu kami berteriak hingga berlaku anarkis
Namun sayangnya
Ternyata ia buta dan tuli
By. Wong alit
Kamis, 22 Mei 2008
Hal Gila
Hal Gila
Berulang kali dan tak berhenti
Kasih memanggil
Keretapun lalu pergi
Jika cinta masih milik kita
Tak kan mungkin mereka rela tuk saling menodai
Itu hal gila!!!
Kasih
Itu hal gila!!!
By. Wong alit
Rabu, 21 Mei 2008
Birahi Memudar
Birahi Memudar
Menarilah
Hingga urat syaraf ikut belari
Dihadapan.... telah tersaji
Seonggok kenikmatan birahi
Yang telah memudar
Dan dosa enggan tuk menghampiri
Dibalik lekuk tubuh itu
Tersenyumlah setan-setan
Yang lambat laun pergi
Seiring dua tubuh menyatu
Dalam persengkokolan
By. Wong alit
Minggu, 18 Mei 2008
PKL
PKL
Berjualan dipinggir jalan, ditemani gubuk reot tak bertuan
PKL mereka bilang dan perlu ditertibkan.
Gabungan tiba.
Sudah.....
Sudah berhenti....
Jangan lupa lusa kan datang kembali.
Karena itu yang kita mau
By. Wong alit
Jumat, 16 Mei 2008
Ketaksepakatan
Ketaksepakatan
Begitu,begitulah adanya..
Ketika tindakan pemerintah bersinggungan dengan perut-perut rakyat..
Ketika tangan-tangan pemerintah sudah tak lagi bergandengan ditiap-tiap jejak langkah pembangunan....
Turun, turunlah segenap rakyat
Menyuarakan ketaksepakatan,
Ketaksepakatan yang belum berarti hadirnya.....
By. Wong alit
Indonesia
Indonesia
Bahasa berdebu
Saat Indonesia tak dapat mandi
Sementara gelap
Sebentar lagi tiba
gerah dan gatal menyelimuti
By. Wong alit
Rabu, 14 Mei 2008
Status Quo
Status Quo
Biarkan, biarkan fajar tiba mengusik bunga tidurku. Jangan, jangan lagi menggoda tuk selalu bermimpi dalam ketidak sadaran ini.
Sudahlah lepaskan remot kontrol itu, sekarang guru sudah tidak lagi mendikte dibangkunya. Ah... status quo memang bangkai.
By. Wong alit
Selasa, 13 Mei 2008
Tak Terbatas Kata
Tak Terbatas Kata
Kau bilang, kau merindukan ku. Sementara diri ku tak memiliki rasa itu. Kau yang mencintai ku tapi tidak tuk cinta ku pada mu. Tak ada salahnya dengan cinta mu,
kesalahan ada pada pencarian akan sketsa cinta mu.
Aku tak melarang mu tuk tetap mencintai ku, ku hargai akan tulusnya cinta mu tapi kau tak dapat berlaku seperti itu selalu. Kau mesti mencari pelabuhan cinta mu, sebab kapal mu tak selamanya kan berlayar menyusuri samudera cinta yang terbentang luas dan tak terbatas dalam kata.
By. Wong alit
Minggu, 11 Mei 2008
Perjalanan Cinta
Perjalanan Cinta
Pernahkah terpikirkan oleh mu, kasih. Perjalanan cinta kita, jalan penuh canda walaupun kelam. Dimana semua orang tak pernah ambil pusing, tuk sekedar menasehati apa yang telah kita lalui, hanya muka masam yang mereka berikan pada perjalanan cinta kita.
Kita pun tak dapat menahan pergelokan hasrat birahi yang begitu nikmat, menjalar dan menyelimuti sekujur tubuh kita. Hanya vonis mereka untuk ku dan kasih ku "pergaulan bebas".
Kami jauh dari terangnya cahaya mentari namun jiwa kami dapat merasakan kehangatan akan hadirnya, hanya saja tubuh kami, tubuh yang telah tercampur bersama lumpur kenistaan.
By. Wong alit
Sabtu, 10 Mei 2008
Nasehat Para Pengabdi
Berserah
Pada Takdir dan Anugerah
(Bagian Ke Enam)
Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu berpatah haraan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.
.......... Allah menjawab doa para hamba-Nya yang penuh kerinduan dan permohonan yang keluar dari hati yang iklas.
Memohon pertolongan Allah didorong oleh pertolongan-Nya untuk kembali kepada-Nya. Maka, waktu dan cara-Nya membalas doa pun tergantung pada-Nya. Yang perlu dilakukan oleh mahluk adalah berdoa, bergantung, dan percaya kepada cara-cara yang sempurna dari sang Pencipta, karena Dia selalu mengetahui keadaan kita yang sebenarnya, juga pertolongan serta perbekalan apa yang tepat buat kita dalam perjalanan menuju-Nya.
(Ibn `Atha`illah dalam AL HIKAM)
Oloknya
Oloknya
Aku hanyalah seorang pengagum, "olok nya". Dimalam gelap dan rintik-rintik hujan, hanya lilin pelita dikala itu.
Aku tersenyum diredupnya percakapan yang terjadi, entah kenapa akupun tak dapat berpikir hanya tuk sekedar menjelskan apa yang telah ku lakukan terhadap jiwa ini.
Kau meski tahu pahitnya sebagai pengagum, kau meski sadar bahwa apa yang kau kagum kan itu hanyalah sesosok mahluk dan ia hanyalah wanita, "jelas nya".
Ada satu kekhawatiran darinya buat ulah ku, apakah kau akan selamanya berlaku seperti ini? tak perlu kau berlebihan dalam hal ini, "pesan nya".
Bukannya aku ingin kau melanggar ajaran mu, tapi aku hanya ingin bilang "coba kembali kau pahami ajaran mu itu".
By. Wong alit
Kamis, 08 Mei 2008
Kedua Bola Mata Ku Terpejam
Kedua Bola Mata Ku Terpejam
Kami bertanya, sementara kau juga bertanya.
Kami menjawab, sementara kau juga menjawab.
Sampai disini di dunia ini, aku tak lagi dapat mengenal siapa yang patut bertanya dan siapa yang patut menjawab.
Kami sebagai panutan, sementara kaupun sebagai panutan.
Kami sebagai pembangkang, sementara kau juga sebagai pembangkang.
Hingga aku disini di dunia ini kembali tak mengetahui siapa yang patut dijadikan panutan dan siapa yang patut dibilang pembangkang.
Aku, aku bosan atas apa yang ada dihadapan ku, sebab dihadapan ku hanyalah ketakpastian. hingga larut malam dan lelah mendatangi, gelap pun menyelimuti hingga kedua bola mata ku terpejam.
By. Wong alit
Telanjangi Keindahan mu
Telanjangi Keindahan mu
Keindahan itu, kau miliki. Meski tak semua orang faham akan hal itu, akan tetapi dari lubuk hati mereka tersimpan kekaguman akan keindahan mu.
Kau bukan lah penghibur buat dunia, tapi kau lah yang memperindah dunia ini.
Begitu berharganya diri mu sampai-sampai kedua mata ku tak mampu memandang diri mu atau bahkan tuk berjabat tangan dengan mu pun diri ku segan, begitu sakralnya diri mu.
Namun kenapa kau tak memahami akan keindahan yang kau miliki, apakah kau telah bosan dengan keindahan itu? Dengan kesakralan dalam pergaulan ini?
Aku tak tahu, aku hanya ingin tahu kenapa kau telanjangi keindahan diri mu wahai wanita?
By. Wong alit
Rabu, 07 Mei 2008
Cinta Yang Bermisteri
Cinta Yang Bermisteri
Cinta, dimana kau berada? masihkan kau ada di bumi ini ataukah kau telah berada di langit bersujud di hadapan Tuan mu?
Cinta, perlukah benci dalam hadir mu?
Cinta, perlukah amarah untuk mu?
Cinta, perlukah manja dari mu?
Cinta, bagaimana ku mampu mengenal mu, ngobrol hingga tak terbatas waktu hanya tuk memahami mu.
Cinta, benarkah damai hadir dari mu, benarkah perpisahan itu begitu menyayat mu, benarkah keabadian diperuntukkan kepada mu?
Cinta, hingga kini, diperjalanan ini, misteri mu masih menghantui keturunan adam.
By. Wong alit
Selasa, 06 Mei 2008
Kau Panjatkan Maaf
Kau Panjatkan Maaf
Benar, benar kesalahan itu berawal dari perbuatan ku. Perbuatan ku yang tak mengetahui situasi dan latar hati mu. Ku sampaikan maaf pada mu, sementara aku tak yakin kamu telah memaafkan diri ku, terlihat dari wajah mu dan juga sorot matamu. Bagaimana kau yakin dengan apa yang kau lihat dan apakah perlu kau bersujud di hadapan ku tuk sekedar membuktikan pandangan mu.
Ku rasa tak perlu dan kebetulan aku tak seperti itu. Untuk itu, tak perlu kau berulang-ulang kali memanjatkan maaf pada ku. Serahkan saja urusan tersebut pada Illahi setelah maaf kau panjatkan.
By. Wong alit
Mohon Ku
Mohon Ku
Disediakannya secangkir air hangat sesudah senyumnya menyapa kehadiran ku dan jari tangan kanannya menggapai jari tangan kanan ku. Kemudian dibawa, dibawanya keatas, hingga menyentuh keningnya. Sementara, kalimat "Assalammua'laikum warahmatullah hiwabarakatuh mengalun hingga sepasang telinganya bersujud syukur.
Sembari merunduk ia mengucapkan "Waa'laikum salam warahmatullah hiwabarakatuh". Begitulah selalu dan selalu terjadi berulang-ulang "mohon ku", sejak Allah Swt mengizinkan kita tuk saling mengenal dan merangkainya dalam perjalanan hidup kita bersama.
By. Wong alit
Senin, 05 Mei 2008
BON
BON
Gerimis di penghujung siang, ketika penat dan letih bertengger ditubuh. Hanya segelas kopi dan gorengan sebagai penawarnya, tersaji dikedai belakang pabrik roti. Dengan BON yang tak terhitung jaraknya.
Dengan tenaga dan keringan yang bercucuran, berbagai jenis roti kami ciptakan namun tak satupun roti yang diperbolehkan mampir ke perut kami. Kami hanya dapat memandangnya, melihat borjuis-borjuis menyantapnya di pesta harian.
By. Wong alit
Jemu Diperkosa
Jemu Diperkosa
Dibelahan bumi yang mana, yang mengatakan kebebasan itu milik kita. Dinegeri yang mana, yang tak pernah jemu memperkosa kedaulatan kita.
Setiap menit air mata dan peluh keringat kita mengalir menyirami ladang-ladang mereka.
Setiap jerit tangis anak-anak kita membuat mereka layak menjadi tuan.
Setiap kali mereka menawarkan keindahan, keindahan yang akhirnya membawa kita luka.
By. Wong alit
Kamis, 01 Mei 2008
Masa Depan Menghantui
Masa Depan Menghantui
Sejenak waktu berhenti, sementara yang lain terengah-engah dihantui masa depan.
Ketika kau dihadapkan dengan jalan yang lebar dan lengang atau ketika kau dihadapkan dengan lorong kecil yang becek, itu tak berarti.
Itu tak berarti, jika tak kau pahami panas cahaya matahari bermamfaat buat bumi yang kita huni atau indahnya lekuk tubuh sang dara mampu menghancurkan kehidupan sang jaka.
Sehingga, biarlah waktu berjalan sementara kita terus tetap berencana dan berusaha.
By. Wong alit
Langganan:
Postingan (Atom)
